Doritos
Sejarah & Kepemilikan Merek
-
Doritos adalah merek tortilla chip berbumbu pertama kali dijual di Disneyland pada awal 1960‑an, dikembangkan dari tortilla basi goreng dan dibumbui tahan lama yang menjadi hits di restoran Casa de Fritos (blibli.com, historyofdoritos.weebly.com).
-
Diproduksi massal oleh Frito‑Lay, anak usaha PepsiCo, sejak 1964 (komersial nasional 1966) (en.wikipedia.org).
-
Dikembangkan oleh Archibald West, yang mencetuskan ide Doritos setelah mengamati popularitas tortilla di restoran Disneyland (en.wikipedia.org).
Ciri Khas & Varian Produk
-
Bentuk segitiga khas dan tekstur yang crunchy menjadikannya ideal untuk dicelup ke saus (lazada.co.id).
-
Varian rasa global mencakup:
-
Original (tortilla panggang)
-
Taco (1967)
-
Nacho Cheese (1972)—ikon klasik
-
Cool Ranch, Spicy Sweet Chili, Barbecue, Chilli, serta rasa lokal atau edisi terbatas seperti Chili Cheese Nacho, dan Cool Ranch Retro, dan masih banyak lagi (historyoasis.com, en.wikipedia.org, allrecipes.com).
-
-
Versi edisi terbatas terkini: varian doritos berbentuk persegi (square Dorito) yang tersembunyi dalam kemasan rasa Chili sebagai kampanye Minecraft/global, dengan hadiah hingga £10.000 bagi yang beruntung (thesun.co.uk).
Komposisi & Kandungan Gizi
-
Umumnya disajikan sebagai 3 keping (≈29 g) dengan kandungan kalori 130 – 140 kcal, lemak 7 g, karbohidrat ~14–17 g, protein 2 g .
-
Nutrisi bervariasi tergantung varian (misalnya Cool Ranch memiliki kalori serupa dengan Original).
Harga & Ketersediaan di Indonesia (Juni 2025)
-
Tersedia di minimarket, supermarket (Hypermart, Ranch Market), dan online (Blibli, Tokopedia, Shopee).
-
Doritos Nacho Cheese 150–160 g: Rp9.500 – Rp11.816 (blibli.com).
-
Doritos Barbecue 150–160 g: Rp10.500 – Rp11.816 .
-
Cool Ranch / Spicy Sweet Chili 198‑300 g (import): Rp95.000 – Rp123.000 (allrecipes.com).
-
Kemasan kecil 120 g: sekitar Rp10.900 – Rp16.990 .
-
Keunggulan Produk
-
Tekstur garing & bentuk segitiga ideal untuk "dip" (saat kampanye “Twist‑Lick‑Dunk” menjadi legenda).
-
Ragam cita rasa global & lokal memenuhi selera luas, dari anak muda hingga dewasa.
-
Marketing agresif melalui iklan Super Bowl, kolaborasi pop culture, dan kampanye unik (seperti square Dorito berhadiah).
-
Brand awareness tinggi sebagai salah satu merek Frito‑Lay terlaris kedua setelah Lay’s (penjualan global tahunan mencapai miliaran dollar) (thesun.co.uk, en.wikipedia.org).
Target Pasar
-
Remaja hingga dewasa muda: pemain game, penikmat film, pecinta eksperimen rasa.
-
Keluarga & anak-anak: camilan anytime-anywhere dengan banyak rasa.
-
Pecinta tren & kampanye viral: program square Dorito, kolaborasi film dan momen budaya pop.
Strategi Pemasaran & Copywriting
-
Tagline: “Another Level” — mencerminkan pengalaman konsumsi super.
-
Konten digital: tutoral snack mix, video ASMR, challenge #DoritosDropSquare.
-
Bundling: paket combo dengan saus Doritos, soda, atau merchandise.
-
Offline event: sampling di mall, movie premiere, dan kampanye tied‑up (klaim square prize).
-
CSR & keberlanjutan: Frito‑Lay mengganti armada listrik dan mengurangi emisi karbon global (blibli.com, en.wikipedia.org, en.wikipedia.org).
Fakta Menarik
-
Nama “Dorito” berasal dari bahasa Spanyol “doradito”, artinya “kecil yang keemasan” (hatchwise.com).
-
Arch West dimakamkan bersama segenggam Doritos sebagai permintaannya (wired.com).
Rekomendasi Format Konten
-
Marketplace listing: tonjolkan varian dan berat, foto close-up keripik dan rasa bubuk.
-
Sosial media: video unboxing, square Dorito treasure hunt, pairing ideal (dips, soda).
-
Presentasi bisnis: tren rasa global, data penjualan Indonesia, kampanye marketing sukses, program sustainability Frito‑Lay.



Komentar
Posting Komentar